Kamis, 29 Desember 2011

KKN KERTOJAYAN 2010

Tanggal 1 Februari 2010 Saya dan 16 teman dari Universitas Muhammadiyah Purworejo ditugaskan untuk melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata. Desa Kertojayan adalah tujuan kami, awalnya kami tidak paham dimana letak desa tersebut yang kami tahu hanya sebatas desa tersebut terletak di Kecamatan Grabag. Setelah penerimaan oleh Camat Grabag kami satu kelompok beserta Dosen Pembimbing menuju lokasi KKN. Sebelumnya kami bertanya ke salah satu kepala desa yang berada dikantor kecamatan dimana letak desa Kertojayan, kami hanya diberi ancer ancer balai desa Pasar Anom ke selatan kalau sudah ketemu jalan rabat belok ke kanan. Kami sempat kesasar tapi akhirnya kami bertemu salah satu dari warga sana dan kebetulan beliau adalah kepala desanya.

Setelah sampai disana kami langsung disambut ramah oleh beberapa perangkat desa. Yang saya ingat adalah Pak Buntoro yang jadi Sekdes disana facenya terlihat dingin tapi ternyata beliau senang bercanda. Kami satu satu memperkenalkan diri kepada perangkat desa dan Kepala Desa kemudian setelah itu kami diberitahu dimana kami sebulan akan tinggal. Kelompok cowok dan cewek dipisah dan jarak tempat tinggal kami begitu berjauhan kurang lebih kost cowok ke kost cewek berjarak 1 km. Kost cowok berada ditempat mbah bayan kami akrab memanggilnya dan cewek ditempatnya Bu Lurah. Yang berkesan dikost cowok adalah pembagian kerja harian, kelihatannya lucu setiap pagi masing masing dari kami sudah punya tugas sendiri sendiri ada yang mencuci piring, ada yang menyapu rumah depan dan merapikan tempat tidur,dan ada juga yang menyapu halaman rumah yang cukup lumayan luas.

Suasana Desa Kertojayan begitu terasa beda dengan tempat tinggal kami.Daerah pesisir selatan purworejo dikenal dengan daerah dengan kultur masyarakat yang keras.Tapi asumsi itu segera kami sanggah setelah kami semua tinggal beberapa hari didesa ini. Kami mengenal masyarakat desa ini begitu ramah, mereka menyambut kami dengan baik. Bahkan kami merasa kami diberikan lebih disini. Suasana ini membuat kami merasa semakin nyaman disini.Hari hari pertama kita mencoba untuk bersosialisasi dengan masyarakat melalui beberapa forum diantaranya : kami ikut pengajian dibeberapa kelompok pengajian, kami juga ikut bantuin pelaksanaan musyawarah desa, dan juga datang ke beberapa tokoh masyarakat yang berpengaruh disana. Dalam perjalanannya kami dapat pengalaman baru di desa ini. Pada waktu pelaksanaan musyawarah desa menurutku orang orang sini lebih bisa memahami tentang arti demokrasi yang sesungguhnya, mereka berusaha menyampaikan apa yang menjadi keinginan mereka, mereka menyampaikan pendapat dengan santun, dan mereka juga menerima segala sesuatu yang menjadi hasil forum ini dengan bijaksana. saya tidak pernah menemui suasana seperti ini di desa tempat tinggal saya.

Dalam perjalanan program KKN saya dipercaya menjadi ketua KKN didesa ini. Satu kepercayaan yang berat buat saya. Dalam pelaksanaanya saya dan teman teman melakukan beberapa program diantaranya : Plangnisasi, Kegiatan Posyandu, Pembuatan Lapangan Volly, Pembuatan Lapangan Takraw, Penyelesaian beberapa Adminstrasi desa, Pasar Murah, dan Bekerja Sama dengan Dinas Kehutanan memberikan 1000 bibit untuk ditanam sebagai pencegahan Global Warming. Sungguh begitu mengesankan pengalaman yang kami dapat dari sebulan di desa ini. Satu lagi yang paling indah di desa ini ternyata Desa ini punya pantai yang indah, Pantai Genjik orang orang sini menyebutnya, dipinggir pantai sebelah timur terdapat ribuan pohon kelapa yang berjajar rapi yang menjadi mata pencaharian para pembuat gula merah. Desa yang begitu memberikan kenangan, dan akhirnya saya berpikir bahwa KKN adalah satu tempat untuk mahasiswa mengenal kultur daerah secara langsung, dan tempat pembuktian teori yang mereka dapatkan dalam perjalanan kuliahnya.

Rabu, 28 Desember 2011

Ada Apa dengan Workshop Peningkatan Guru UN ?

Ujian Nasional ( UN ) adalah sebuah parameter penilaian terhadap kualitas pendidikan dinegara ini. Pemerintah melalui Mendiknas telah membuat peraturan menteri yang mengatur standar kualitas satuan pendidikan yang meliputi Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, juga standar Pembiayaan.Keempat hal itu merupakan satu langkah pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan Nasional.Ujian Nasional berada didalam satuan langkah pemerintah dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan, bukan cuma siswa saja yang dituntut untuk meningkatkan hasil belajarnya tapi guru juga harus berupaya membuat suatu metode strategi untuk memperoleh output siswa yang maksimal, meskipun banyak dari praktek yang ada beberapa dari oknum berupaya mendongkrak hasil belajar siswa dengan pelbagai cara. Cara baik maupun cara yang tidak baik.

Memflash back Ujian Nasional tahun lalu beberapa sekolah mengalami kehancuran karna konon katanya terlalu jujur dengan aturan yang ada.sedangkan yang hasilnya baik malah sekolah yang menerobos aturan main yang ada. Tahun lalu persentase kelulusan UN didukung 60% dari nilai Ujian Negara dan 40% dari Ujian Sekolah. tapi pada kenyataannya bisa dibilang 80% ditopang nilai Ujian Sekolah 20 % Nilai Ujian Negara". Ironis sekali pendidikan kita, seperti tak ada gunanya pemerintah membuat peraturan.Beberapa SMP swasta contohnya pada UN 2010/2011 mendapat predikat buruk.Banyak masyarakat yang memprediksi sekolah sekolah ini tidak terlalu berani memberikan nilai untuk mendongkrak kelulusan.tapi lain halnya dengan Pemerintah melalui sebuah program Pemerintah mengiindikasi bahwa ketidak berhasilan UN tersebut dikarenakan guru tidak mempunyai kompetensi yang baik sehingga perlu diadakan workshop peningkatan kualitas guru.

Dengan adanya kejadian ini pemerintah memberikan subsidi kepada beberapa sekolah untuk meningkatkan kualitas guru mapel UN melalui kegiatan terstruktur berupa workshop peningkatan kualitas guru Mapel UN.Tidak tanggung tanggung dana yang digelontorkan cukup fantastik 50 juta untuk setiap sekolah dan terdapat 20 SMP yang mendapatkannya. Beberapa sekolah sudah mengadakan kegiatan workshop disekolah masing masing.tapi saya bertanya tanya " Apakah dengan 8 kali pertemuan guru akan dapat meningkatkan kualitas pribadinya?". Menurut saya keberhasilan UN adalah peran serta dari semua stackholder yang ada dalam satuan pendidikan tersebut, mulai Kepala Sekolah sampai tukang kebon sekalipun.Mungkin pengalaman ini jangan hanya dimaknai secara parsial saja tapi harus menyeluruh kehal hal kecil yang mungkin bagi kita tidak ada hubungannya.Semoga tahun depan tak ada lagi work shop guru UN karena kita semua ingin UN tahun depan semua sekolah berhasil memberikan yang terbaik untuk semua siswa.